Monday, September 8, 2014

10 Tips untuk Mengidentifikasi Burung

Advertisement

Mengidentifikasi burung dapat manjadi suatu aktifiatas yang tidak mudah apabila belum terbiasa. Beberapa burung sangat aktif bergerak sehingga sulit diamati, burung lain suka bersembunyi di dedaunan sehingga sulit diamati. Namun seperti pepatah tua yang mengatakan “bisa karena biasa”, setelah terbiasa mengamati burung kamu tidak akan kesulitan lagi untuk mengidentifikasi burung.
Artikel ini akan membahas tentang 10 tips yang harus diperhatikan pengamat burung (terutama pengamat pemula) agar dapat mengidentifikasi burung dengan baik.

Perlu kejelian untuk identifikasi burung

      Perhatikan burung dengan baik
Ketika kamu menemukan seekor burung, jangan terburu-buru membuka buku panduan untuk melihat jenisnya. Kenalilah terlebih dahulu burung itu mulai dari warna, bentuk dan ukurannya dengan baik. Setalah semua kamu melihat semua ciri-ciri yang dimilikinya barulah buka buku panduan untuk melihat jenis apakah itu.

      Dengarkan suaranya
Burung memiliki suara yang bermacam-macam. Antara jenis yang satu dan jenis yang lain biasanya memiliki suara yang berbeda. Dengan mengenal suara suatu jenis burung kamu dapat mengetahui keberadaannya tanpa melihat langsung dengan mata. Beberapa kasus di lapangan, mendengar lebih mudah daripada melihat. Jadi mengetahui ciri suara jenis burung sangat penting bagi seorang pengamat walaupun itu tidak mudah.

      Perkirakan ukurannya dan bentuk tubuhnya
Ketika kamu pengamatan, kamu tidak dapat mengetahui ukuran pasti suatu burung, yang dapat dilakukan adalah memperkirakan ukuran burung tersebut. Apakah burung tersebut berukuran kecil, sedang atau besar. Namun ukuran kecil, sedang, dan besar kadang tidak jelas juga. Oleh karena itu pengamat burung menggunakan ukuran burung kutilang sebagai standar. Apabila ada burung yang berukuran lebih kecil dari kutilang dikatakan ukurannya kecil, apabila ukurannya kurang lebih sama dikatakan sedang, dan apabila ukurannya lebih besar dari kutilang dikatakan burung yang berukuran besar.

Burung-burung biasanya memiliki ciri bentuk yang berbeda, apakah dia berbadan gemuk dan sayap pendek, ataukah berbadan agak pajang dengan sayap runcing, apakah ekornya panjang atau pendek, ini semua sangat membantu dalam pengamatan.

      Perhatikan pola di wajah dan karakteristik paruh
Beberapa burung memiliki garis dan pola-pola tertentu di wajah yang dapat membedakannya dengan burung lain. Misalnya saja burung gereja yang memiliki tompel berwarna hitam di pipinya, dapat menjadi ciri khas untuk mengetahui jenisnya. Selain corak di wajah, bentuk paruh juga harus diperhatikan, apakah paruhnya tebal tapi pendek, panjang tapi kecil ataukah panjang dan besar. Bentuk dan ukuran paruh sangat penting dalam identifikasi jenis burung.

      Perhatikan garis sayap dan bentuk ekor
Perhatikanlah pola-pola pada sayap, garis-garis yang ada dan warna sayap. Bentuk ekor burung ada yang pajang, pendek, berujung runcing atau menggunting. Semua itu penting dalam identifikasi jenis.

      Perhatikan warna dan panjang kaki
Setiap jenis burung memiliki warna kaki yang khas, ada yang kemerahan, kehitaman, krem dan lain sebagainya. Selain itu panjang kaki juga wajib diperhatikan, beberapa burung seperti bangau dan kuntul memiliki kaki yang panjang untuk memudahkan mencari makan di perairan.

      Pelajari pergerakan dan pola terbang
Ada burung yang terbang namun jarang mengepakkan sayap karena memanfaatkan tekanan udara disekitarnya seperti elang, ada burung yang mengepakkan sayap lebih dari 60 kali tiap detik seperti kolibri. Beberapa burung terbang lurus ke depan tanpa fluktuasi, yang lain ada yang terbang naik dan turun berulang-ulang. Kita dapat mengetahui jenis burung dengan mempelajari pola terbangnya.

     Tentukan kebiasaan makan
Perhatikanlah ketika burung mencari makan, apakah makanannya biji-bijian, buah kecil, serangga atau daging. Ini akan membantu dalam identifikasi jenisnya.

      Perhatikan habitat burung tersebut
Tiap jenis burung memiliki habitat masing-masing, kuntul menyukai habitat perairan atau lahan basah, dara laut menyukai habitat laut dan pantai, bondol menyukai habitat rerumputan yang menghasilkan biji-bijian kecil. Mengetahui habitat burung akan sedikit mambantu dalam identifikasi.

      Tulis hasil pengamatanmu
Yang paling penting dari semua hal di atas adalah jangan lupa untuk menuliskan hasil pengamatanmu agar tidak lupa. Setelah kamu mencatatnya, kamu bisa mulai membuka buku panduan untuk menentukan jenis burung apa yang telah kamu lihat tadi.

0 komentar

Post a Comment