Tuesday, April 29, 2014

Kupu-Kupu Raja, si Cantik yang Beracun

Advertisement

Anda tentu tahu banyak ular memiliki bisa yang berbahaya bagi tubuh, atau katak yang mampu mengeluarkan lendir beracun, ataupun jamur beracun yang mampu menghasilkan halusinasi. Namun pernahkah anda mendengar tentang kupu-kupu beracun?

Spesies kupu-kupu Raja (Danaus plexipus), dikenal memiliki warna sayap yang indah. Warna oranye dalam sayapnya dengan kombinasi garis hitam dan bercak-bercak putih sungguh cantik dipandang mata. Walupun demikian ia dikenal sebagai kupu-kupu yang mengandung beracun, yang mampu membuat burung dan hewan pemakan serangga lain menghindarinya. 

Racun yang terkandung di dalam tubuh kupu-kupu raja tidak bersifat mematikan, hanya menimbulkan sensasi rasa yang sangat tidak enak bagi predatornya sehingga menjauhi kupu-kupu tersebut.

Kupu-kupu raja (Danaus plexipus)

Berbeda dengan ular atau katak yang mampu menghasilkan racun sendiri, kupu-kupu ini tidak mampu menghasilkan racun sendiri. Racun yang dimilikinya berasal dari racun yang terkandung dalam daun biduri (Calotropis gigantea). Kupu raja akan meletakkan telur pada daun tanaman biduri. Saat menetas, ulat akan memakan daun biduri yang mengandung senyawa racun dalam getahnya. 

Racun yang terkandung di dalamnya merupakan jenis dari  cardiac glycoside, senyawa aktif yang dapat meningkatkan laju denyut jantung. Ulat akan menyimpan racun tersebut dalam tubuhnya dan digunakan untuk pertahanan terhadap serangan predator. 

Biduri (Calotropis gigantea)

Cardiac glycoside, racun dalam tubuh kupu-kupu raja

Saat ulat bermetamorfosis menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dewasa, kandungan racun dalam tubuh ulat tetap dipertahankan dalam tubuh kupu-kupu dewasa. Dengan adanya racun ini, kupu raja menjadi aman dari ancaman hewan pemakan serangga. Suatu bentuk pertahanan diri yang luar biasa.


Ulat kupu-kupu raja
Kepompong kupu-kupu raja

1 komentar: