Monday, February 17, 2014

Model Pembelajaran Numbered Head Together

Advertisement

Numbered head together adalah suatu model pembelajaran yang mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber. Pada tahun 1992 model pembelajaran ini diperkenalkan oleh Spencer Kagan di Amerika Serikat.
Pembelajaran numbered head together dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil, kemudian masing-masing siswa diberi nomor urut yang dipasang dikepala. Nomor yang dipasang dikepala inilah yang menjadi sumber untuk penamaan metode numbered head together. Kelompok yang dibentuk guru adalah kelompok heterogen, artinya ada siswa yang superior dan inferior dalam satu kelompok.
Masing-masing kelompok diberi nomor urut yang serupa, misalnya kelompok satu diberi nomor urut mulai dari 1 ingga 5, kelompok yang lain-pun diberi nomor urut yang serupa. Pemberian nomor urut tersebut dilakukan untuk mempermudah mengorganisasi kelas dan mengatur kelompok.
Ciri khas dalam pembelajarannya, guru akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dengan nomor yang sama yang disebutkan guru. Guru melemparkan pertanyaan dan menyebutkan nomor secara acak, siswa yang menggunakan nomor tersebut harus menjawab pertanyaan guru tersebut. Apabila jawaban siswa tersebut kurang tepat, siswa yang lain dapat memberi penjelasan tambahan ataupun memberikan sanggahan.
Siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan guru. Siswa bekerja dalam kelompok, bekerjasama untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan memastikan semua anggota kelompok memahami hasil dari diskusi tersebut.

Langkah-langkah pembelajaran dalam model numbered head together secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil.
  2. Guru memberikan nomor urut untuk masing-masing siswa dalam kelompok. Setiap kelompok memperoleh nomor urut yang sama.
  3. Siswa wajib mengingat nomor urut yang dimilikinya.
  4. Guru membagikan permasalahan kepada tiap kelompok.
  5. Kelompok berdiskusi, memutuskan jawaban yang paling benar dan memastikan semua anggota kelompok mengetahui jawaban dari permasalahan tersebut.
  6. Guru memanggil nomor tertentu, siswa yang bernomor tersebut menjawab pertanyaan dari guru.
  7. Siswa yang lain menaggapi jawaban yang dijelaskan temannya.
  8. Guru melemparkan pertanyaan kepada nomor yang lain.
  9. Guru memberikan kesimpulan akhir.
Pembelajaran ini akan membuat masing-masing siswa bekerja untuk dapat memahami jawaban dari permasalahan karena siswa tidak tahu siapa yang nantinya akan ditunjuk oleh guru

Pembelajaran numbered head together memiliki keunggulan sebagai berikut.
  1. Memacu setiap siswa memahami semua konsep.
  2. Terjadi diskusi atara siswa superior dan siswa inferior.
Kekurangan pembelajaran ini adalah sebagai berikut.
  1. Tidak semua nomor disebutkan guru karena waktu yang terbatas.
  2. Tidak semua materi dapat diajarkan dengan menggunakan metode ini.
  3. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa.

0 komentar

Post a Comment