Thursday, December 5, 2013

Embriogenesis briofita

Advertisement

Briofita (tumbuhan lumut) merupakan tumbuhan yang tidak memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem). Daun, batang, dan akar briofita tidak dapat dibedakan dengan jelas. Briofita dibedakan menjadi 1) lumut daun, 2) lumut hati, dan 3) lumut tanduk. Daur hidup lumut mengalami pergiliran keturunan dari fase sporofit ke fase gametofit. Daur hidup lumut dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Daur hidup lumut

Fase gametofit lumut lebih dominan dibandingkan dengan fase sporofitnya. Fase gametofit lumut menghasilkan gamet (sperma dan ovum) sedangkan fase sporofit lumut menghasilkan spora. Daur hidup lumut akan dijelaskan di bawah ini.
  • Spora lumut (n) bila terjatuh pada tempat yang tepat akan berkecambah membentuk protonema (berbentuk menyerupai benang).
  • Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut dewasa (gametofit).
  • Lumut dewasa memiliki organ reproduksi jantan yang disebut anteridium yang menghasilkan sperma (n) dan organ reproduksi betina yang disebut arkegonium yang menghasilkan ovum (n).
  • Sperma akan berenang menuju ovum. Sperma dari anteridium akan berenang dalam media air hingga dapat mencapai ovum pada arkegonium. Penyatuan sperma dan ovum membentuk zigot (2n).
  • Zigot akan berkembang menjadi sporofit yang terdiri atas bagian kaki, seta, dan kapsul (sporangium). Jaringan sporogonium dalam sporangium akan bermeiosis dan berkembang menjadi spora baru.
  • Sporangium akan pecah apabila spora di dalamnya telah matang.
  • Spora akan tumbuh menjadi protonema kembali.
Bagan siklus hidup lumut dapat dilihat pada Gambar 2. di bawah ini.

Gambar 2. Bagan siklus hidup lumut

Sporofit lumut hidup menumpang pada gametofitnya. Sporofit mendapatkan makanan dari hasil fotosintesis gametofit. 

0 komentar

Post a Comment