Saturday, November 9, 2013

Arwana Super Red

Advertisement

Arwana merupakan ikan hias populer yang menjadi lambang prestise sebagian orang. Ikan dari famili Osteoglossidae ini memiliki tubuh yang indah dengan sisik yang besar dan nampak kuat, ikan dewasa dapat mencapai panjang 90 cm. Terdapat berbagai macam jenis arwana di dunia seperti brazil arwana, silver arwana dan masih banyak lagi. Di antara semua arwana, terdapat satu jenis yang sangat diminati hobiis ikan hias karena warnanya yang sangat indah yaitu arwana super red (Scleropages formosus). Arwana asli Indonesia yang menjadi primadona ekspor ikan hias Indonesia. Seperti namanya, super red, ikan ini memiliki warna kemerahan pada tubuhnya terutama pada ujung sisik, pipi, dan pada sirip.

Gambar 1. Arwana Super Red (Scleropages formosus).
Arwana super red secara alami dapat ditemukan di sungai kapuas, kalimantan. Ikan ini hidup pada sungai dengan warna air gelap dan mengalir pelan, bersifat karnivora (pemakan daging) dan soliter (lebih senang menyendiri). Arwana dewasa mengkonsumsi ikan lain dan hewan-hewan kecil seperti katak, arwana kecil mengkonsumsi serangga.
Ikan jantan dan ikan betina memiliki paduan warna yang serupa. Arwana akan mengalami kematangan seksual dan siap bertelur saat berumur 3-4 tahun. Ikan betina akan bertelur sebanyak 30-90 butir yang berukuran cukup besar. Setelah telur dibuahi, ikan jantan akan menjaga telur dalam mulutnya (mouthbreeding). Ikan jantan menjaga telur untuk melindungi dari gangguan predator dan meningkatkan harapan hidup arwana kecil.

Gambar 2. Bayi arwana dalam mulut jantan.
Ikan jantan dan betina dapat dibedakan dari ukuran kepala dan mulut. Kepala dan mulut jantan yang nantinya akan digunakan untuk menjaga telur dan bayi arwana tentu berukuran lebih besar dibandingkan kepala dan mulut betina. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar3. Perbedaan jantan dan betina.
Arwana super red merupakan ikan yang dilindungi, dengan status keterancaman EN (Endangered), artinya jumlahnya di alam dalam bahaya karena terus diburu. Arwana super red masuk dalam apendiks II IUCN (International Union for Concervation of Nature) sehingga menyebabkan perdagangan arwana super red hasil tangkapan alam dilarang diseluruh dunia. Untuk perdagangan dibatasi pada ikan hasil peternakan sehingga tiap ikan memiliki sertifikat yang resmi. Karena hal itu, dewasa ini muncul banyak peternak-peternak arwana super red yang tergiur akan keindahan dan harganya yang mahal di pasaran.
Arwana dalam tradisi china dikenal dengan sebutan ikan naga karena bentuknya yang mirip dengan legenda naga di china. Naga memiliki kumis demikian juga pada arwana yang memiliki kumis pada ujung rahang bawah. ( kumis pada arwana digunakan untuk membantunya merasakan keadaan lingkungan sekitar dan sebagai indra peraba). Sisik-sisik yang besar pada naga juga terdapat pada arwana, dan sirip bawah arwana yang besar disamakan dengan kaki-kaki naga.

0 komentar

Post a Comment