Monday, August 17, 2015

Uji Molish

Advertisement

Uji molisch atau tes molisch digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat dalam suatu larutan. Tes molish berlaku untuk semua golongan karbohidrat. Baik monosakarida, disakarida, oligosakarida, maupun polisakarida dapat bereaksi dengan reagen molish. Reaksi positif pada reagen molisch ditunjukkan dengan warna cincin ungu pada zat yang diujicoba. Asam pekat akan mendehidrasi karbohidrat dan membentuk furfural. Dengan alfa naftol, furfural akan membentuk suatu senyawa berwarna ungu.

hasil uji molisch
Cincin ungu pada perbatasan cairan,
hasil positif uju molisch

Bahan dan pereaksi:
  1. Reagen Molisch: 10 gr alfa naftol dilarutkan dalam 100 ml etilalkohol 96%.
  2. Asam pekat: H2SO4 (asam sulfat)
  3. Larutan Uji: larutan 1% glukosa, 1% amilum dll
Langkah Kerja:
  1. Ambil 2 ml larutan uji masukkan ke dalam tabung reaksi
  2. Teteskan 2 tetes reagen molish pada tabung reaksi di atas
  3. Goyang-goyangkan tabung reaksi hingga tercampur rata
  4. Miringkan tabung dan alirkan dengan hati-hati 2 ml asam sulfat pekat melalui dinding tabung
  5. Perhatikan ada tidaknya cincin ungu pada batas antara dua lapisan cairan
Catatan:

Apabila asam sulfat yang digunakan belum terkontaminasi akan nampak cincin ungu di batas dua lapisan cairan. Apabila asam sulfat yang digunakan telah terkontaminasi zat lain, di sekitar cincin ungu akan nampak warna lain seperti kehijauan dan kecoklatan. Apabila H2SO4 tidak tersedia dapat diganti dengan HCl (asam klorida) walaupun hasilnya menjadi kurang maksimal. Penggunaan HNO3 (asam nitrat) tidak memberikan hasil berupa cincin ungu.

Uji molisch ditemukan oleh Hans Molisch, seorang ahli tumbuhan dari Austria. Beliau lahir pada 6 Desember 1856 dan menjadi menjadi profesor di University of Prague, Vienna University, Tohoku University, dan University of India.

0 komentar

Post a Comment